Translate

Selasa, 03 September 2013

Apakah Jodoh di Tangan Allah atau di Tangan Manusia? (BACAAN YANG MENARIK UNTUK ANDA)






http://klimg.com/vemale.com/headline/650x325/2012/11/misteri-jodoh-benarkah-cari-jodoh-itu-susah.jpgTiba-tiba ingin membicarakan topik ini. Ini bermula saat saya ngetweet tentang jodoh di akun twitter, tiba-tiba yang meretweet jauh lebih banyak daripada tweet-tweet biasanya. Termasuk yang berantusias untuk membaca tulisan ini, itu tanda-tanda orang yang.....belum ketemu jodohnya. Benar?

 | Nggak jadi baca deh, bro | Jangan gitu, sabar, siapa tau abis baca ini lalu ketemu. Gak apa-apa. Siapa tau do'anya tiba-tiba diijabah, ya? Allah Maha Mendengar bisikan hati yang terdalam.

So, Apakah jodoh telah ditetapkan? Apakah jodoh ada ditangan Allah yang kalau nggak dijemput nggak bakal ketemu? Apakah jodoh adalah pilihan kita bebas memilih tanpa paksaan dari Allah? Atau.....?

Jadi, menurut pemahamanku lewat Al-Qur’an dan Hadits jodoh kita sebenarnya telah ditetapkan sebelum Allah menciptakan alam ini. Hal sedetil-detilnya adalah takdir yang Allah program secara sangat sempurna, sangat adil, sesuai sunnatullah (tentu, karena Allah yang bikin), dan sangat cermat. 

Ada yang berpendapat bahwa jodoh belum ditentukan namun berada pada pilihan manusia. Hal ini dengan alasan bahwa tidak ada dalil yang menyebutkan jodoh telah ditetapkan. Memang demikian, namun menurut pemahamanku berdasar surat Al-An'am ayat 59 "...tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam Lauhul Mahfuzh", hal ini menjelaskan bahwa hal sedetil-detilnya yang terjadi di dunia ini adalah takdir yang telah tertulis dalam lauhul mahfuzh. Kalau hal kecil saja tertulis dalam Lauhul Mahfuzh, apalagi tentang jodoh. Agar tidak salah paham dulu, untuk lebih jelasnya tentang konsep takdir, bisa dibaca Takdir Allah :

Ada juga yang berpendapat bahwa jodoh ada di tangan tuhan, kalau nggak dijemput ya tetep ada di tangan tuhan, nggak ketemu. Sebenarnya meskipun tanpa ikhtiar bisa jadi orang tersebut ketemu jodohnya. Ah, masa? Ini kisah nyata, saya pernah melihat orangnya. Ada seseorang laki-laki padahal fisiknya sangat terbatas nggak ngapa-ngapain tiba-tiba ada wanita yang ingin menjadi suaminya. Lalu nikah. Dan sekarang beliau sudah punya anak 2. Kok bisa? 
Ya bisa. Karena jodoh bukan ditentukan oleh manusia, tapi mutlak ditentukan Allah. Kalau Allah menanamkan cinta pada wanita untuk mencintai laki-laki, siapa yang bisa menghalangi? Bahkan wanita itu sendiri nggak bakal bisa menghilangkan cinta tersebut kalau Allah nggak menghendaki. Meskipun orang lain membenci kita, kita nggak bisa memaksa ia untuk mencintai kita. Cinta nggak bisa dipaksa. Semuanya ada dalam kuasa Allah. Oleh karenanya nggak perlu ngemis cinta ke orang lain.| "Cintailah diriku".| 

 Mau ngapain? Bahkan ia tidak berkuasa atas hatinya sendiri. Tidak ada orang yang berkuasa atas hatinya sendiri atas izin Allah | Saya mau cinta pada orang ini saja. Bim salabim.| Tiba-tiba beneran cinta. | Saya mau melupakan dan nggak mau mencintai orang tua itu. Bim salabim. | Tiba-tiba amnesia beneran. Kita nggak pernah tuh nemuin yang kayak gini. Tetep aja kalau kata Allah nggak, ya tetep nggak bisa .Saya harap ini bisa dipahami maksudnya. Jadi jangan berharap agar dicintai orang lain karena mereka sendiri tidak berkuasa atas hati mereka sendiri. Lakukan kebaikan pada orang lain sebagai amal ibadah, memberikan semangat dan optimisme pada orang lain sebagai amal ibadah, cukup biar Allah ridho ke kita. Allah Maha Melihat apa saja yang kita lakukan. Meminta hanya pada Allah Penguasa segala-galanya. Dan Allah tahu mana yang terbaik.

"Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu", (Al-Ikhlas:2)

| Tapi kok saya mencintai orang yang suka berperilaku buruk ya? Apakah Allah yang membuatku mencintai orang yang seperti itu? Berarti saya tidak salah? | Ya, memang benar atas izin Allah itu terjadi. Tapi tanyakan kembali pada diri sendiri, kenapa bisa demikian? Mungkin kita berperilaku yang nggak disukai Allah. Entah karena cara kita yang bergaulnya kurang baik, kurang menjaga diri dalam berkomunikasi, kurang tobatnya, dll. 


http://megafirdaussaputri.files.wordpress.com/2012/05/jodoh.jpg?w=287Takdir Allah pasti benar, yang nggak benar adalah perilaku kita yang perlu untuk diubah. Semua memang dalam kuasa Allah, namun hukum sebab akibat yang Allah tetapkan tetaplah terjadi. Jika ada sesuatu yang buruk terjadi, maka tanyakan pada diri sendiri, apa yang telah kita perbuat kepada Allah Yang Maha Menentukan segala-galanya? Wallahu A'lam. | Makanya cinta, ya sama Allah saja. Selain-Nya, cukup mencintai karena-Nya. Itu cinta paling utama dan merupakan pondasi. | Pondasi? |

 Ya, menurut pengalaman seseorang, kehilangan cinta untuk mencintai Allah sama saja jatuh ke sungai lalu terbawa arus nggak jelas arahnya ke mana. Tak punya sandaran yang sangat kuat dan kokoh. Gelisah, hilang arah akhirnya tersesat. Alhamdulillah orang tersebut ditolong Allah dan mudah-mudahan tobat beneran untuk kembali ke Allah. Semoga nggak terulang lagi.

Balik lagi tentang konsep takdir.
Misalnya saya dijodohkan tapi saya kurang berminat terhadap calon tersebut. Orang tua memaksa. Suatu saat ternyata ada suatu hal yang menyebabkan pernikahan itu batal, lalu saya menikahi wanita lain pilihanku sendiri. Keluarga merestui dan akhirnya saya menikah. Jadi, apakah berarti jodohku bisa berubah dan ditentukan olehku? Tidak, segala proses yang terjadi inilah takdir dari Allah.


Jadi takdir yang tertulis dalam Lauhul Mahfuzh adalah rahasia Allah di mana semua makhluk-Nya tidak ada yang mengetahui kecuali yang dikehendaki-Nya. Rahasia yang telah ditetapkan ini ada di sisi Allah. Kita sebagai makhluk-Nya tak perlu pusing memikirkan tentang apa yang menjadi rahasia Allah tersebut. Karena sekuat dan secerdas apapun kemampuan kita memang tidak akan pernah mampu.


Allah sudah tahu siapa jodoh masing-masing dari kita suatu saat nanti. Sudah ditentukan. Ketemunya di mana, kapan, dengan cara bagaimana. Bisa di dunia, bisa juga ketemunya baru di akhirat. Allah tidak mempertemukan jodoh lebih cepat dan juga tidak lebih lambat, namun Allah mempertemukannya di waktu yang tepat.

Kalau semua udah ditetapkan, jodoh udah ditetapkan, berarti enak nih kita nggak perlu ikhtiar lagi. 

Kalau semua udah ditetapkan, jodoh udah ditetapkan, apalagi artinya kita berusaha?

Kita fikirkan apa yang seharusnya manusia fikirkan, bukan memikirkan apa yang mejadi urusan Allah. Karena berusaha bukanlah untuk menentukan jodoh dan bukan menentukan takdir, namun sebagai amal ibadah. Allah nyuruh gini ya lakukan semampunya, Allah nggak suka kita berbuat kayak gitu, ya sekuat tenaga hindari. Manusia berusaha untuk mencari jodoh dengan kriteria-kriteria yang paling disukai dalam pandangan Allah. Hal ini bisa merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits. | 

Berarti kita yang menentukan jodoh, bro? | Bukan, bukan kita yang menentukan jodoh, ini sebagai amal ibadah. Karena nanti bisa jadi jodohnya memang si dia atau yang lain. Jika ternyata kita memang ditakdirkan untuk menikah dengan si dia, alhamdulillah, hal tersebut karena memang Allah telah menentukan demikian. Jika bukan, nanti ada yang Allah siapkan. Kawasan manusia adalah do’a dan ikhtiar. 

Berusaha melakukan ini dan itu sebagai wujud berserah diri kita pada Allah. Kalau Allah makin suka, Allah Yang Maha Menentukan jodoh bakal milihin jodoh yang terbaik buat hamba-Nya. Allah Maha Penyayang. Namun ukuran terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Allah Yang Maha Mengetahui. Yang paling penting bukan masalah ketemu jodoh. Ketemu jodoh juga penting sih, ada yang lebih penting lagi. Yakni, apakah ikhtiar yang dilakukan akan dinilai di sisi Allah sebagai amal ibadah atau tidak. Sangat rugi kalau ikhtiar yang kita lakukan untuk menjemput jodoh lalu tidak dihitung sebagai amal ibadah oleh Allah. Karena alasan kita hidup di dunia semata-mata untuk ibadah kepada Allah. Jadi tidak hanya saat menjemput jodoh, saat hidup bersama pun kita menginginkan setiap waktu yang dilalui punya nilai ibadah dan semoga kebersamaan ini berlanjut hingga di kehidupan selanjutnya, di surga kelak. Aamiin

Kalau yakin jodoh Allah yang menentukan, tentu bisa dipahami. Jika ingin jodoh terbaik, kita berbuat yang disukai Allah atau yang nggak disukai Allah? | Waduh, jaman sekarang kalau nggak "mendekati zina", bisa nggak laku, bro. | Udah yakin jodoh ada dalam kuasa Allah, kenapa khawatir jika menjaga diri karena Allah dan dengan cara2 yang Allah sukai malah nggak dikasih jodoh yang baik sama Allah? Ini kan nggak mungkin. Semakin dekat dan semakin dicintai Allah, Allah bakal milihin pasangan buat hamba kesayangan-Nya. Mudah bagi Allah membolak-balikkan hati. Jangan khawatir. Udah dibahas sebelumya, Allah kan mempertemukan kita dengan jodoh di waktu yang tepat. Lakukan aja yang terbaik dalam pandangan Allah semampunya.


| Bro kok ada juga ya yang suka sama kamu. Padahal wajah kamu, ya begitulah (mungkin mau ngomong jelek tapi nggak tega -_-" ) | Mana saya tau. Kita nggak berkuasa atas hati orang lain. Ada orang lain suka, ada juga yang nggak suka. Tapi kita bukan fokus memikirkan hal tersebut. Yang terpenting bukan takut nggak dicintai orang lain, tapi takutlah nggak dicintai Allah. Selain itu Allah yang urus. Bagi yang mengutamakan cinta manusia dan melupakan Allah, mudah bagi Allah membuat orang lain yang semula mencintai lalu dibalikkan hatinya untuk membenci kita. #JLEB. Dari situ udah bisa ditarik kesimpulan, siapa seharusnya yang utama di hati kita, Allah atau yang lain. | Tapi itu kenapa alim bener, baik tapi masih belum dapet jodoh? | Waktunya aja yang belum. Allah Maha Teliti kapan waktu yang tepat mempertemukan ia dengan jodohnya. Wallahu A'lam

Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)

Untuk jodoh, akhlak/ agama adalah paling pokok. Agama di sini bukanlah sekedar yang pandai pengetahuan agamanya, namun yang mendalam pada keimanan/ akhlak. Berapa banyak orang yang dikenal membawa nama agama namun sikap dan perilakunya jauh dari cerminan Islam sebenarnya. Pilih mana nih, orang kaya tapi jauh dari Allah atau orang yang deket sama Allah tapi pas-pasan? Hmm,..jadi bingung. Kalau orang kaya tapi jauh dari Allah, bisa jadi sandaran hidupnya adalah jabatan, uang, atau bosnya. Ia merasa terhormat dan merasa terjamin hidupnya dengan itu semua. Padahal mudah bagi Allah melenyapkan itu semua dalam sekejap. Jadi kalau karirnya hancur, Allah menahan rezekinya, dan jauh dari Allah, lalu siapa yang bisa melapangkan rezekinya? Nggak ada satupun yang bisa menghalangi kehendak Allah. 

Tapi kalau seseorang yang tawakalnya mantep, sandaran hidupnya adalah Allah, dekat dengan Allah, ada apa-apa, ada Allah yang menolong dan ngasih rezeki dari jalan mana aja yang Dia kehendaki. Allah yang kan mencukupkan keperluan siapa saja yang benar-benar bertawakal pada-Nya (Qs.65:3). Dan cukup itu bukan berarti banyak, tergantung kebutuhan. 

Namanya juga pas-pasan (pas butuh, ada). Nggak ada yang bisa ngalangin Allah. Seluruh makhluk di dunia baik jin dan manusia berkumpul nggak ada yang bisa ngalangin apa yang menjadi ketetapan Allah. Tapi ini kembali pilihan masing-masing ya. Tidak ada yang salah dengan harta, itu juga malah bagus. Hanya ingin menekankan apa yang disebutkan dalam hadits di atas, Allah -lah yang segala-galanya, bukan yang lain. Ada yang berjodoh sama orang yang deket sama Allah, kaya, dan hatinya zuhud terhadap dunia, ya itu rezeki.

|Zodiak singa : Anda tidak cocok kerja di air (kalaupun cocok, saya kira juga pikir-pikir, susah napas). Anda juga tidak cocok punya pasangan yang bekerja di bidang kesehatan. Anda cocoknya punya pasangan dengan zodiak kepiting atau zodiak ikan atau zodiak rempah-rempah, (terserah mana yang enak).| Tiba-tiba ada dokter cantik, solehah, dan baik. Masih single pula. Sinyal udah positif nih. Awalnya mau nikah, tapi gara-gara bergantung pada zodiak malah nggak jadi. |*sangat disayangkan*|

Jadi nggak perlu berharap dan bergantung pada ramalan jodoh, dukun, atau apa aja, cukup berharap pada Allah Raja dari segala raja, Penguasa langit dan bumi yang mutlak bergantung pada-Nya segala sesuatu.

Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah (QS.9:59)

Kalau kata Allah nggak jodoh, meskipun saling cinta, pacaran lama, menulis janji setia di atas buku strimin misalnya, biar tulisannya indah, tetep nggak jadi. Tapi kalau kata Allah jodoh, pasti jodoh. Segala makhluk nggak ada yang bisa menghalangi ketentuan Allah. Kalau ada yang bilang, "aku kan mencintaimu dan bersamamu selamanya", temen-temen pada percaya nggak nih? Saran saya jangan percaya, nggak pake Insya Allah lagi. 

Ia mengatakannya bukan karena memang kenyataannya seperti itu, mungkin ingin memberi tahu bahwa "saat itu" ia memang mencintaimu hingga saking cintanya ia merasa seolah-olah perasaan itu tak kan hilang, padahal…..dari kalimatnya udah jelas, bagaimana mungkin ia bisa menjamin cintanya akan ada selamanya padahal umur kita nggak bisa jamin dan ia tak kuasa atas hatinya sendiri? Mudah bagi Allah membolak-balikkan hati | Beh, jangan buka rahasia, bro. Nanti saya nggak bisa ngegombal lagi nih | Ah, nggak usah pake gombal-gombal. Kalau memang serius, pasti ngelamar. Gombalnya nanti aja, kemesraan berikan kepada siapa yang Allah takdirkan untuk kita. Moga Allah melindungi kita dari perkataan dan perbuatan yang nggak baik. |

Semuanya ada dalam kuasa Allah. Dengan izin-Nya, manusia hanya bisa berdo'a dan berikhtiar dengan cara yang Allah sukai sebagai amal ibadah. Berusaha menjadi pribadi yang terbaik dalam pandangan Allah. Selebihnya Allah yang urus. Laa haula walaa quwwata illa billaah. Kita memang belum tentu berjodoh dengan orang yang kita pilih, tapi kita pasti berjodoh dengan orang yang sudah Allah pilih.

| Bro, boleh nanya? | Boleh, silahkan | Bisa nulis tentang jodoh sampai panjang gini, kok masih jomblo, bro? |

| #JLEB *_* . Wassalamu'alaikum..... |


by:http://agusrusdiyanto-feb10.web.unair.ac.id/artikel_detail-46193-Renungan%20Hidup-Jodoh.html
gambar oleh:bagindaery.blogspot.com 

23 komentar:

  1. Td srchg crta motivasi tdk sengaja menemukan tulisan ini..
    Trmksh, tlsan yg menginspirasi

    BalasHapus
  2. ilalang@ sama-sama yaa...semoga saenantiasa menginspirasi

    BalasHapus
  3. seperti ane kutip dr tulisan mas bro yg intinyx "jodoh sdh dtentukan Tuhan, krn mas bro brkesimpulan dari lauhul mahfuzh", dan mas bro jg memberikan contoh brdasarkan realita yg ada

    klau jodoh sdh dtentukan, bagai mana dg (klau di hubungkan):
    1. do'a, usaha, iman, dan taqwa?
    2. Allah tdk akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri yg tidak merubahnya?
    3. Bertebaran lah di muka bumi
    (poin nmr 2 & 3 klo g salah itu dari Al Qur'an tp ane g tahu surat apa)

    klo menurut ane semua nikmat yg di berikan adalah sebuah ke ajaiban & sangat susah utk dpahami, atau bisa jd semua nikmat itu bisa jd spt KUN FAYAKUN, atau semua nikmat yg di berikan kpd kita (kita tdk dperbolehkan memikirkan apa yg telah direncanakan-Nya, namun yg trpenting itu adalah do'a, usaha, iman, dan taqwa)

    maaf e mas bro, ane bkn mau adu argumen dg mas bro tp ane cuma mo berbagi fikiran sama mas bro, mana tahu kita bsa mnemukan titik temu utk masalah ini, lg pula ane jg tdk trlalu mengerti dg semua ini *_*

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh ga nanggepin bukan adu argument sih cm share aja yg ane tahu
      point 1dan 2
      do'a ,usaha,iman,taqwa
      do'a:kita sebagai hamba hars berdo'a meskipn bukan tntang jodh itu keharusan karna apa yg ada pada diri kita anugrah dr nya
      usaha: namanya usaha apapun bro
      usaha mash samar
      saya setuju dg jodh yg sdh ada d lauhul mahfut tp ttp kita ihtiar (usaha) semaksimal mungkin
      contoh kecil semua manusia sdh d jamin rezkinya tp apakah manusia tdk bekerja itu ga mungkin
      d dunia ada namanya hukum sebab akibat begitu juga jodoh
      iman:artinya percaya pada ketentuan allah swt dan harus
      contoh kecil misal kita d percaya nich tp orng tersebut ragu sama kita gmn prasaan kita
      Dia(allah swt) sdh lebj tau dr pda kita
      taqwa;menurut bhs menjalankan perintahnya menjauhi laranganNya
      dalm semua aspek yg penting tdk melnggar ketentuan allah swt
      point 2:allah tdk akan mwrubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tdk mau merubahnya
      ini yg saya bilang hukum sebab akibat
      apa yg kita lakuakan sesuai dg apa konsekuensi yg kita dpatkan
      misalkn kita berbuat baik pasti akan d balas baik begitu juga sebaliknya
      gt sih bro
      tanks ya
      salam pertemanan dunia maya
      tdk ada niat sok pintar ato menggurui karna saya juga ga pinter" amat kok
      assalamualaikum:)

      Hapus
  4. afwan ane baru bisa bls.

    “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)


    untuk lebih jelasnya silahkan buka blog ane berikut ini yaa...

    http://ariezcorp.blogspot.com/2014/12/wanita-wanita-yang-tidak-baik-untuk.html

    BalasHapus
  5. semoga bisa untuk dipahami yaa...

    syukron....

    BalasHapus
  6. tiba2 nemu blog ini... tmrkasih tulisannya enak untuk di baca.. semoga memotivasi...

    BalasHapus
  7. Jleb!! Speechless baca tulisan nya. Ga sengaja juga nemu blog ini. Tp salut..

    BalasHapus
  8. Mohon maaf, saya menilai catatan opini ini ada sedikit keraguan antara pemahaman Qodho dan Qodar. saya memiliki opini yang lain tentang makna "Jodoh di tangan Tuhan" melalui link berikut. #SalamKontenPOSITIF! :
    https://www.facebook.com/KangMasRadit/photos/a.986193271411603.1073741828.985871674777096/1021176784579918/?type=3

    BalasHapus
  9. trus kalo ada orang yang sampai meninggal ngga menikah gimana? trus kalo udah menikah terus cerai gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh dunk naggepin dikit mas bro
      hanya share aja yg saya tau
      ketentuam jodoh dibagi 3
      1.cpt menemukan jodoh
      2.lambat menemukan jodoh (harus bersabar)
      3.belm mendptkn jodh ( allah swt akan memberikan jodoh di akhirat)
      intinya kiya tetap berkhusnudzon aja sama pembuat sekeenario kehidupan
      masalah cerai
      itu pilihan yg sdh d pilihnya
      la klo sdh punya istri ato suami ya jangn d goda yg mengakibatkn ada main hati (secara sosial itu ga boleh menggoda istri /suami orang) gy bro hehe
      akibat cerai kan salah satu pihak menggoda akhirya jth cinta dan itu pilihan nya mereka
      klo menimalisir percerain
      jagn baper saat ada yg menggoda dan jgn main hati
      itu sih
      itu bro yg ane tahu
      assalamualaikum:)

      Hapus
  10. terimakasih tulisan ini sangat menginspirasi saya , setiap kali membaca bait nya saya selalu tersenyum..kalau dia bukan jodoh saya kenapa allah selalu mempertemukan saya dgn lakilaki ya ? ingin menikah tetapi selalu tidak pernah terjadi ?

    BalasHapus
  11. Kalau pernikahan itu terjadi hasil nikung gimana dong? Misalnya si cewek single punya temen cowok yg udah punya keluarga, lama2 mereka saling jatuh cinta nih, si cewek ampe berusaha menjauh dari si cowok tp rasa cinta itu gak bisa hilang, nah kebetulan si cowok ini waktu nikah terkesan mendadak, dan belum ada niat bahkan belum mengenal sang calon istri saat itu, itu gimana bung kalau situasinya seperti itu? Apakah itu takdir allah atau gimana? Mohon penjelasannya

    BalasHapus
  12. Saya mau tanya nih pak.



    Kan saya sama pacar saya kan saling jatuh cinta udh lama hubungan nya sekitar 2thn an lah.......bagai mana nanti hubungan kedepan nya......apakah ditentukan oleh allah swt?
    Mau nya saya sih sampai nikah hubungan kami berdua pak,tapi belum waktunya pak soalnya masih pelajar SMA kelas 11.....bagaimana pak.....saya juga ngejalanin hubungan ini dengan serius.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Jodoh pilihan, Allah yang membuat aturan mainnya. Aturannya seperti tidak boleh menikahi orang musyrik, pelacur, dll. Kalau dilanggar manusia juga bisa. Dari sini kita bisa melihat ada kebebasan manusia memilih jodoh, dan bagi Allah lah yang mengatur semua konsekuensi kedepan.

    BalasHapus
  15. Saya kurang sepakat, menurut saya jodoh manusia bukan di tangan Tuhan, tapi di tangan setiap manusia itu sendiri, Tuhan menetapkan bahwa jodoh manusia adalah lawan jenisnya, kmeudian siapa jodohnya? Manusia itu sendirilah yang memilih. Karena "jodoh" hanyalah sugesti pemikiran manusia, jika jodoh sudah ditetapkan bagaimana anda menjelaskan orang yang hidup sendiri sampai meninggal, perceraian, dan juga menikah lebih dari satu orang (poligami) ? Kemudian bagaimana kita sebagai manusia mengetahui bahwa seseorang yang kita temui adalah jodoh kita ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas boleh naggepin ya
      hanya share yg saya tau aja
      BENER setiap manusia adalah pilihan nya sendiri
      usaha untuk mendapatkn lawan jenis yg d cintainya
      Tp semua itu ada campurtangn Tuhan yg dimana setiap manusia d berukan atas pilihan nya sendiri
      Al-Qur'an jelas mengatakan Kami berikan km 2 jalan ,jaln kebaikan dan keburukan tergantung manusianya pilih jalan yg mana
      ibarat gini dech orang tua udah nyiapin tabungan untk biaya kuliah.. eh tp anaknya mau berbisnis ga mau kuliah
      trz gt apa salah orng tuanya
      tdk mas itu terhatung kitanya
      masalah poligami,sendiri,dan sampai cerai
      balik lagi itu pilihan ato keputuaan pasa masing" orang
      patuh ga sama aturan
      conth sedrhana gini dech
      ada tulisan d larang buang sampah sembarangn
      eh namanya kita
      wah ga ada orng nich gpp buang sembarangm aja
      kayk gt
      semua itu pilihan kita
      ya itu aih sedikit yg saya tau
      maaf bukan sok menggurui ato gmn
      hanya meluruskn yh belok itu aja
      terimakasih

      Hapus
  16. Nyentuh bngt semua emng ada diallah sih ga tergantung orangtua juga

    BalasHapus
  17. jleebb banget, tapi terima kasih atas artikelnya.. bermanfaat banget, trimakasiiiihh..

    BalasHapus
  18. mas bro
    boleh minta emailnya
    hasil karyanya tentang jodoh inspiring baget
    bisa kirim ke adiputrahendra2@gmail.com

    BalasHapus
  19. mas bro
    boleh minta emailnya
    hasil karyanya tentang jodoh inspiring baget
    bisa kirim ke adiputrahendra2@gmail.com

    BalasHapus

Categories